Tesis

Pemeriksaan Rapid Immunochromatographic Test Bioline SD Dengue Duo™ Serial Dibandingkan dengan Hambatan Hemaglutinasi Untuk Menentukan Jenis Infeksi Dengue dari Pasien Komunitas = Comparison Of Serial Rapid Immunochromatographic Test Bioline SD Dengue Duo™ And Hemagglutination Inhibition In Determining Type of Dengue Infection In Community Patient

Latar Belakang: Infeksi Dengue virus (DENV) masih menjadi masalah besar di
Indonesia. Manifestasi infeksi DENV yang berat umumnya ditemukan pada
infeksi sekunder. Modalitas diagnosis yang cepat dan akurat dibutuhkan dalam
tata laksana infeksi DENV. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan pada
tingkat komunitas adalah pemeriksaan serologi menggunakan rapid
immunochromatographic test. Dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan
antara Bioline SD Dengue Duo yang diperiksa serial selama 7 hari dengan uji
hemagglutination inhibition (HI) dalam hal penentuan jenis infeksi dengue.
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara Bioline SD
Dengue Duo dengan HI. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mengetahui
apakah pada pemeriksaan Bioline SD Dengue Duo secara serial terdapat
konsistensi hasil dari hari ke hari.
Metode: Penelitian ini dilakukan untuk melengkapi penelitian sebelumnya
berjudul ―International Study on Biomarkers and Gene Expression Patterns in
Patients with Dengue Virus Infection (The Indonesian Study Center, Jakarta)‖
oleh dr.Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI. Serum pasien yang didiagnosis infeksi
dengue dengan hasil NS1 positif ditentukan jenis infeksi menurut HI. Hasil NS1,
IgM, IgG, serotipe virus, dan gambaran klinis pasien didapatkan sebagai data
sekunder dari penelitian sebelumnya. Pada analisis, perbandingan antara Bioline
SD Dengue Duo dengan HI, variabel hasil dari kedua pemeriksaan tersebut
diklasifikasikan menjadi ―Sekunder‖ dan ―Nonsekunder‖.
Hasil: Terdapat 25 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Infeksi primer dan
sekunder menurut Bioline SD Dengue Duo adalah 44% dan 56%. Menurut HI,
terdapat 8% infeksi primer dan 92% infeksi sekunder. Kesesuaian Bioline SD
Dengue Duo dengan HI tertinggi (68%) dalam 7 hari pemeriksaan dicapai pada
hari demam ketujuh. Ketidaksesuaian hasil antara Bioline SD Dengue Duo dengan
HI adalah 36%. Hampir seluruh sampel (98%) mengalami perubahan interpretasi
hasil bila Bioline SD Dengue Duo diinterpretasikan secara harian. Perubahan
interpretasi hasil tersebut terutama ditemukan pada demam hari kelima.
Kesimpulan: Hasil Bioline SD Dengue Duo cukup sesuai dengan HI bila
dilakukan pemeriksaan pada hari demam ketujuh dan dapat menggantikan HI
untuk menentukan jenis infeksi dengue karena hasilnya lebih cepat. Namun
penggunaannya perlu mempertimbangkan klinis pasien karena adanya fenomena
perubahan interpretasi hasil. Penentuan jenis infeksi terbaik dilakukan pada hari
demam ketujuh, namun paling dini dapat dilakukan pada hari demam ketiga.


Background: Dengue virus (DENV) infection is still a burden in Indonesia.
Severe DENV manifestations commonly occur in secondary infections. A rapid
and accurate diagnostic tool is needed in patient management. DENV serology
assay using rapid immunochromatographic test is one of DENV diagnostic
modalities that is applicable in community setting. In this research, serial rapid
immunochromatographic test Bioline SD Dengue Duo was compared with
hemagglutination inhibition (HI) in determining type of DENV infection.
Objective: This research was conducted to observe agreement between Bioline
SD Dengue Duo and HI in determining type of DENV infection. Beside that, this
research was also performed to observe the consistency of serial Bioline SD
Dengue Duo when interpreted daily.
Methods: This study was done to complete the previous study entitled
―International Study on Biomarkers and Gene Expression Patterns in Patients with
Dengue Virus Infection (The Indonesian Study Center, Jakarta)‖ by dr.Leonard
Nainggolan, SpPD-KPTI. All paired stored sera from dengue patient with positive
NS1 result were subjected to HI assay, according to Igarashi. Serial NS1, IgM,
IgG, clinical features, and virus serotype result from previous study were taken as
secondary data and would be compared with HI assay. For RDT vs HI analysis,
RDT and HI results were classifed as ―Secondary‖ and ―Nonsecondary‖.
Results: A total of 25 samples fulfilled the inclusion criteria. The proportion of
primary and secondary infection according to Bioline SD Dengue Duo was 44%
and 56%, respectively. In the other side, 92% classified as secondary infection by
mean of HI assay; the rest was primary infection. The highest agreement rate
between serial Bioline SD Dengue Duo and HI was 68%, which achieved in 7

day of fever. Almost all samples experienced changing of result interpretation
when Bioline SD Dengue Duo was interpreted daily. This was mainly observed in 5th day of fever.
Conclusion: The result of Bioline SD Dengue Duo was in accordance with HI if it
was examined in 7th day of fever and can replace HI for determining type of
infection because of the rapid result. But its use should consider patient’s clinical
condition due to the changing of result interpretation phenomenon. Type of
infection is best determined on 7 th day of fever, but it can also be done as early as on 3th day of fever.

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2014
Pengarang

Dimas Seto Prasetyo - Nama Orang
T. Mirawati Sudiro - Nama Orang
Mulya Rahma Karyanti - Nama Orang
Agus Sjahrurachman - Nama Orang

No. Panggil
T14404fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Ilmu Mikrobiologi Klinik.,
Deskripsi Fisik
xvii, 106 hlm, 21 x 29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
T14404fk
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
T14404fkT14404fkPerpustakaan FKUITersedia
Image of Pemeriksaan Rapid Immunochromatographic Test Bioline SD Dengue Duo™ Serial Dibandingkan dengan Hambatan Hemaglutinasi Untuk Menentukan Jenis Infeksi Dengue dari Pasien Komunitas = Comparison Of Serial Rapid Immunochromatographic Test Bioline SD Dengue Duo™  And Hemagglutination Inhibition In Determining Type of Dengue Infection In Community Patient

Related Collection